Hahahaha….mantapp…asyikkk nih…
@ Bioders Batak: kalau bicara moral seperti kau bilang lah…relativitasnya pada personal…tidak ada "kebenaran" dan "kesalahan" atau "surga" dan "neraka"…itu pilihan choy….kau bisa bilang memelihara burung tidak bermoral tapi orang lain bisa mengatakan sebaliknya…
@ Bioders asman: UU no.5 th. 1990 secara yang tertulis bisa dimaknai begitu…memelihara satwa yang dilindungi adalah illegal…urusan penegakan ada di pemerintah…sebagai masyarakat tentu saja bisa berpartisipasi, yang salah satunya dengan memberikan laporan. Bentuk partisipasi yan lain adalah dengan mengkritisi undang-undang itu dan melakukan advokasi demi "kemaslahatan" warga negara….karena sebuah kebijakan semestinya berasal dari masyarakat…bukan begitu???
pertanyaannya, apakah menjadikan semua jenis burung pemangsa sebagai satwa dilindungi sudah sesuai dengan pasal 20 ayat 2 ??? ini cuplikannya:
BAB V
PENGAWETAN JENIS TUMBUHAN DAN SATWA
Pasal 20
(1) Tumbuhan dan satwa digolongkan dalam jenis
a. tumbuhan dan satwa yang dilindungi;
b. tumbuhan dan satwa yang tidak dilindungi.
(2) Jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi sebagaimana dimak sud dalam ayat (1) digolongkan dalam
a. tumbuhan dan satwa dalam bahaya kepunahan;
b. tumbuhan dan satwa yang populasinya jarang.
(3) Ketentuan lebih lanjut sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) diatur dengan Peraturan Pemerintah.
Ketentuan ini juga mensyaratkan LIPI punya data kan? yang mestinya juga diatur dalam PP ketentuan tentang cara data itu tersedia. tapi PP ini sampai saat ini belum pernah dibuat (padahal undang-undangnya udah 20 tahun umurnya). Ini kalau kita melihat dari sisi peraturan undang-undang tentunya…bukan dari sisi moral seperti yang batak bilang.
@ Bioders Dennis: wah….duit itu juga salah satu indikator "kekayaan" hayati kan? hehehe…bagi awan seperti saya tentunya….mungkin kalau bagi taksonomis…"kekayaan" hayati memang cukup dalam jumlah jenis?
@ Bioders Panji: pernah denger twitcher kan? coba kapan-kapan cari pengamat burung model ini…mereka yang hanya mengejar daftar jenis…ngak peduli burung yang telah mereka list punah atau tidak…malah mungkin akan senang kalau jenis yang telah mereka list punah…karena akan menjadikan peluang orang lain men-twich hilang…hehehe….mungkin ya…atau para pengamat burung yang fanatik dan kemudian selalu membawa play back tape untuk bisa melihat jenis yang mau mereka lihat…beberapa orang percaya play-back tape dapat mengganggu perilaku berbiak….
@ bioders zul: wah…bisa diangkat jadi nabi pengamat burung nih…sudah membawa "pendosa" ke jalan yang benar…hehehe…keep the fight !!!
menurutku sih…dunia ini terlalu luas untuk hanya didominasi oleh satu pilihan cara dalam mengelola, menikmati, dan menyayangi keragaman hayati…bukankah keragaman itu awal dari keseimbangan?
[...] Informasi dan Pendaftaran EKSPEDISI FOBI 2012 [...]