<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Foto Biodiversitas Indonesia</title>
	<atom:link href="http://www.fobi.web.id/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.fobi.web.id</link>
	<description>Basisdata foto biodiversitas Indonesia</description>
	<pubDate>Wed, 16 May 2012 06:57:35 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=abc</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Pers Release: Pekan Biodiversitas Indonesia 2012</title>
		<link>http://www.fobi.web.id/2012/05/pers-release-pekan-biodiversitas-indonesia-2012</link>
		<comments>http://www.fobi.web.id/2012/05/pers-release-pekan-biodiversitas-indonesia-2012#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 May 2012 17:41:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imam</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Aktivitas]]></category>

		<category><![CDATA[biodiversitas]]></category>

		<category><![CDATA[fotografi]]></category>

		<category><![CDATA[Pekan Biodiversitas Indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fobi.web.id/?p=2618</guid>
		<description><![CDATA[

“Berpacu dengan Waktu, Menyelamatkan Biodiversitas dengan Burung sebagai Indikator.” Inilah tema besar yang diusung oleh BIOLASKA (Biologi Pencinta Alam Sunan Kalijaga) dalam acara Pekan Biodiversitas Indonesia (PBI). Acara ini diadakan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup dan Hari Keanekaragaman Hayati dengan semangat guyub dalam kesederhanan sebagai identitas Yogyakarta.
Acara tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 5-10 Juni [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="mceTemp">
<p><div id="attachment_2619" class="wp-caption aligncenter" style="width: 349px"><a href="http://www.fobi.web.id/bi/wp-content/uploads/pamflet.jpg" ><img class="size-large wp-image-2619 " title="pamflet" src="http://www.fobi.web.id/bi/wp-content/uploads/pamflet-339x480.jpg" alt="Pamflet Pekan Biodiversitas Indonesia " width="339" height="480" /></a><p class="wp-caption-text">Pamflet Pekan Biodiversitas Indonesia </p></div></p>
</div>
<div class="mceTemp" style="text-align: justify;">“Berpacu dengan Waktu, Menyelamatkan Biodiversitas dengan Burung sebagai Indikator.” Inilah tema besar yang diusung oleh BIOLASKA (Biologi Pencinta Alam Sunan Kalijaga) dalam acara Pekan Biodiversitas Indonesia (PBI). Acara ini diadakan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup dan Hari Keanekaragaman Hayati dengan semangat guyub dalam kesederhanan sebagai identitas Yogyakarta.</div>
<p style="text-align: justify;">Acara tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 5-10 Juni 2012 di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Acara Terdapat beberapa subtema besar, seperti pameran fotografi, edukasi konservasi, dan saresehan bersama para pengamat burung Indonesia. Melalui acara tersebut Biolaska ingin menyosialisasikan tentang konservasi kepada masyarakat, serta ingin mempertemukan para pengamat burung Indonesia agar tali silaturahmi selalu terjaga.</p>
<p style="text-align: justify;">Esensi pertama dari tema kegiatan ini adalah menumbuhkan kesadaran publik tentang konservasi biodiversitas di Indonesia dan upaya penyelamatannya. Kedua, memperluas pengetahuan mengenai dunia fotografi kehidupan liar. Ketiga, untuk memperluas pengetahuan tentang burung bagi pengamat burung di Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">PBI memiliki beberapa subtema. Pertama, “Biodiversitas di Ujung Lensa” yang akan menampilkan 30 foto biodiversitas Indonesia hasil bidikan fotografer hidupan liar dari seluruh Indonesia dan akan dipamerkan pada tanggal 5-9 Juni 2012 di Lobi Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Subtema pertama akan didukung dengan acara “Coaching Photography” yang akan dilaksanakan pada tanggal 8 Juni 2012. Pada acara “Coaching Photography” akan diadakan pelatihan <em>wildlife photography</em> untuk mahasiswa oleh fotografer profesional yang tentunya akan menambah keahlian para mahasiswa dalam hal <em>wildlife photography</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Subtema kedua yaitu “Edukasi Konservasi” yang akan diadakan pada tanggal 5 dan 7 Juni 2012. Sasaran kegiatan ini adalah siswa Taman Kanak-kanak dan siswa SMA lingkup Jogja-Jateng. Siswa TK akan mengenal konservasi melalui lomba mewarnai pada tanggal 5 sedangkan Siswa SMA dapat menyalurkan pendapat tentang konservasi dengan mengikuti lomba penulisan Essay. Essay yang masuk final akan dipresentasikan tanggal 7 Juni 2012 di Teatrikal Sains dan Teknologi UIN Yogyakarta.</p>
<p style="text-align: justify;">Subtema ketiga, “Saresehan Bersama Pengamat Burung Indonesia” pada tanggal 9-10 Juni 2012. Dalam acara ini akan mengupas tuntas dunia perburungan Indonesia tempo dulu, sekarang, dan harapannya ke depan, tentunya dengan narasumber yang tidak asing lagi di dunia ornitologi Indonesia. Dalam rangkaian acara ini juga diadakan kampanye dan sosialisasi dalam bentuk pengamatan bersama untuk mengeksplorasi kawasan Bukit Plawangan di Merapi, Sleman, Yogyakarta.</p>
<p><strong>Contact Person:</strong></p>
<p>Tika - 087839591457</p>
<p>Nova - 085729810648</p>
<p>Nurdin - 085712691138</p>
<p>Info selengkapnya dapat dibaca di <a href="http://biolaska.wordpress.com/"  target="_blank">www.biolaska.wordpress.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fobi.web.id/2012/05/pers-release-pekan-biodiversitas-indonesia-2012/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Malaxis kobi, si anggrek mini</title>
		<link>http://www.fobi.web.id/2012/05/malaxis-kobi-si-anggrek-mini</link>
		<comments>http://www.fobi.web.id/2012/05/malaxis-kobi-si-anggrek-mini#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 May 2012 18:55:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imam</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Biodversitas]]></category>

		<category><![CDATA[anggrek endemik Jawa]]></category>

		<category><![CDATA[Malaxis kobi]]></category>

		<category><![CDATA[Taman Nasional GUnung Merapi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fobi.web.id/?p=2627</guid>
		<description><![CDATA[“Dan merupakan kaidah emas jika satu tumbuhan menarik dijumpai di suatu tempat, pasti banyak lagi yang lain terdapat pula di situ.” (Cornelis Gijsbert Gerrit Jan van Steenis dalam Flora Pegunungan Jawa)
***
Saat asyik memotret Appendicula alba, sejenis anggrek tanah berbunga putih, mata saya tiba-tiba tertuju ke tanaman kecil yang tumbuh di dekatnya. Beberapa bunga mungil tampak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div id="attachment_2628" class="wp-caption aligncenter" style="width: 370px"><a href="http://www.fobi.web.id/bi/wp-content/uploads/malaxis-kobi-1-plawangan_it.jpg" ><img class="size-large wp-image-2628  " title="malaxis-kobi-1-plawangan_it" src="http://www.fobi.web.id/bi/wp-content/uploads/malaxis-kobi-1-plawangan_it-360x480.jpg" alt="Malaxis kobi, si anggrek mini. Plawangan, Taman Nasional Gunung Merapi." width="360" height="480" /></a><p class="wp-caption-text">Malaxis kobi dari Plawangan, Taman Nasional Gunung Merapi, Februari 2012.</p></div></p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Dan merupakan kaidah emas jika satu tumbuhan menarik dijumpai di suatu tempat, pasti banyak lagi yang lain terdapat pula di situ.” </em>(Cornelis Gijsbert Gerrit Jan van Steenis dalam <em>Flora Pegunungan Jawa</em>)</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: justify;">Saat asyik memotret <em><a href="http://www.fobi.web.id/v/angiospermae/f-orc/app-alb"  target="_blank">Appendicula alba</a></em>, sejenis anggrek tanah berbunga putih, mata saya tiba-tiba tertuju ke tanaman kecil yang tumbuh di dekatnya. Beberapa bunga mungil tampak menyembul, kecurigaan saya lalu muncul.</p>
<p style="text-align: justify;">Sepertinya tanaman mini itu juga anggrek. Namun, saya tidak yakin. Segera saja saya mengabarkan temuan di Plawangan, lereng selatan Taman Nasional Gunung Merapi, itu, pada <a target="_blank" href="http://nulupmunyuk.wordpress.com/" >Asat</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk Anda ketahui, rekan saya yang satu itu sangat&#8211;istilah saya&#8211;<em>melek anggrek</em>. Dan dengan sedikit ciri yang saya sampaikan, Asat menduga kalau tanaman tersebut bernama <em>Malaxis latifolia</em>. <em>Yup</em>, itu anggrek.</p>
<p style="text-align: justify;">Penasaran dengan yang saya temukan, sepulangnya dari Plawangan saya lantas <em>browsing </em>untuk mencari tahu. Namun, ternyata bukan <em>Malaxis latifolia</em> yang saya lihat. Pencarian saya lanjutkan. Daftar jenis anggrek lereng selatan Merapi dari situs milik Sulistyono (<a href="http://nusaanggrek.blogspot.com/"  target="_blank">nusaanggrek.blogspot.com</a>) jadi panduan utama. Dari 57 jenis anggrek yang tercantum dalam daftar, salah satunya ternyata ada yang mirip.</p>
<p>Saya pun meng-sms Asat, “Kayaknya <em>Malaxis kobi</em>..”</p>
<p style="text-align: justify;">Asat tidak serta merta mengiyakan. Guru anggrek saya ini justru membalas dengan menyebutkan ciri di antara <em>latifolia </em>dan <em>kobi</em>. Darinya saya kemudian tahu kalau keduanya terbilang mirip. Pembeda yang paling mudah adalah habitatnya. <em>Latifolia</em> hidup di hutan lembab, sedangkan <em>kobi</em> di daerah terbuka dan berumput. “Tapi <em>kayane</em> perlu ambil sampel bunga untuk pengukuran lebih lanjut,” sarannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun, dengan ciri yang terlihat pada kedua jenis anggrek itu, saya melihat kalau bunganya cukup berbeda. Saya katakan padanya kalau saya masih lebih condong ke <em>Malaxis</em> <em>kobi</em>.</p>
<p><div id="attachment_2629" class="wp-caption aligncenter" style="width: 370px"><a href="http://www.fobi.web.id/bi/wp-content/uploads/malaxis-kobi-2-plawangan_it.jpg" ><img class="size-large wp-image-2629" title="malaxis-kobi-2-plawangan_it" src="http://www.fobi.web.id/bi/wp-content/uploads/malaxis-kobi-2-plawangan_it-360x480.jpg" alt="Bunga Malaxis kobi. Plawangan, Taman Nasional Gunung Merapi, Februari 2012." width="360" height="480" /></a><p class="wp-caption-text">Bunga Malaxis kobi. Plawangan, Taman Nasional Gunung Merapi, Februari 2012.</p></div></p>
<p style="text-align: justify;">Asat rupanya memang sudah memahami betul sikap yang harus dimiliki seorang saintis, skeptis. Ragukan semuanya sampai benar-benar yakin. Keyakinan saya belum juga membuatnya sependapat, malah saya mendapat pertanyaan lebih lanjut dari pria yang punya nama lengkap Agung Satria Wibowo itu.</p>
<p>“Jumlah <em>daune piro</em>? (jumlah daunnya berapa?)” Katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Tiga,” balas saya segera (yang kemudian setelah saya teliti lagi, ternyata empat. hehehe). “Sepintas bentuknya kayak daun jagung. Batang utama, tangkai daun dan tangkai bunga berwarna merah keunguan.”</p>
<p style="text-align: justify;">“Oke,” jawabnya. “Tambahan kunci ID (identifikasi.<strong>red</strong>), <em>Malaxis kobi</em> berdaun 3-6, tangkai bunga 10-13,5 cm (tangkai tanpa bunga 3-4,5 cm). <em>Malaxis latifolia</em> daun 4-5, tangkai bunga 17-52 cm (tanpa bunga sampai dengan 24 cm).”</p>
<p style="text-align: justify;">Ciri-ciri tersebut ternyata makin menguatkan. Tanaman yang tumbuh di dinding tebing jalan setapak menuju Goa Jepang itu memang terbilang sangat kecil. Akhirnya, dengan cukup yakin saya menjawab, “<em>So far it still match with kobi..</em>”</p>
<p><strong>Status </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam <em>Ekologi Jawa Bali </em>(Whitten, dkk, 1999), terdapat daftar seluruh anggrek endemik Jawa dan Bali. Jumlahnya mencapai 217 jenis, dan <em>Malaxis kobi</em> adalah salah satunya. Dan dari buku itu saya kemudian tahu kalau ternyata sebaran <em>Malaxis kobi</em> hanya terbatas di Jawa bagian tengah dan timur.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain informasi sebaran, dalam daftar yang bersumber dari <em>Orchids of Java</em> (Comber 1990) itu terdapat pengkategorian status. Ada enam kategori.</p>
<p style="text-align: justify;">Bila tidak ada kekhawatiran, statusnya tertulis <strong>OK</strong>. Bila informasinya kurang, maka tertulis <strong>I</strong>. Jenis-jenis yang perlu mendapat perhatian serius adalah yang berstatus <strong>R</strong> (jarang ditemukan walaupun dilakukan pencarian), <strong>V</strong> (rentan) dan <strong>EN</strong> (mungkin dalam keadaan terancam). Sementara <strong>EX</strong> jadi status yang paling menyedihkan, yang berarti mungkin jenis bersangkutan telah punah.</p>
<p style="text-align: justify;">Di daftar itu status <em>Malaxis kobi </em>tertulis <strong>OK</strong>. Keberadaannya dianggap masih aman. Namun sebagaimana Asat, saya pun mencoba skeptis. <em>Orchids of Java</em> yang jadi acuan sudah berusia lebih dari 20 tahun, karena itu tidak ada jaminan kalau di saat ini dan di masa yang akan datang status-status yang ada masih tetap sama.</p>
<p style="text-align: justify;">Sejauh pengamatan saya di paruh ke-2 Februari 2012 itu, hanya dua individu <em>Malaxis kobi</em> yang terlihat. Namun demikian, mengingat ukurannya yang cukup mini, sangat mungkin saya melewatkan banyak individu lain. Lagipula pengamatan saya hanya sebatas pada dinding tebing di jalur Goa Jepang. Itu pun dengan konsentrasi yang terpecah oleh kicauan bermacam burung atau kelebatan kupu-kupu yang tak henti menggoda. Dalam kondisi seperti itu, saya bingung sendiri harus mengamati yang mana.</p>
<p>-<a href="http://peburungamatir.wordpress.com/"  target="_blank">IT</a>-</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fobi.web.id/2012/05/malaxis-kobi-si-anggrek-mini/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Hati-hati Serangan Kumbang Bubuk!</title>
		<link>http://www.fobi.web.id/2012/05/hati-hati-serangan-kumbang-bubuk</link>
		<comments>http://www.fobi.web.id/2012/05/hati-hati-serangan-kumbang-bubuk#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Apr 2012 19:04:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arie Wicaksono</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Biodversitas]]></category>

		<category><![CDATA[Bostrichidae]]></category>

		<category><![CDATA[Coleoptera]]></category>

		<category><![CDATA[fauna]]></category>

		<category><![CDATA[kumbang bubuk]]></category>

		<category><![CDATA[kumbang penggerek kayu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fobi.web.id/?p=2603</guid>
		<description><![CDATA[Jika masyarakat sibuk dengan tomcat, saya malah berurusan dengan serangga lain. Awalnya saya mengira bunyi berisik dari dalam kayu itu ulah rayap atau tikus. Rupanya itu dari serangga kecil, yang kata sejenis iklan pemusnah hama, bernama kumbang bubuk.
Serangga yang juga dikenal sebagai kumbang penggerek kayu itu intensif membuat bunyi-bunyian. Warnanya hitam, bisa terbang dan pekerjaannya melubangi kayu. Ia adalah pembuat masalah, apalagi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div id="attachment_2604" class="wp-caption aligncenter" style="width: 522px"><a href="http://www.fobi.web.id/bi/wp-content/uploads/kumbang-bubuk-dengan-mandibulanya-yang-besar.jpg" ><img class="size-large wp-image-2604 " title="Kumbang bubuk 1" src="http://www.fobi.web.id/bi/wp-content/uploads/kumbang-bubuk-dengan-mandibulanya-yang-besar-640x480.jpg" alt="Kumbang bubuk dengan mandibulanya yang besar" width="512" height="384" /></a><p class="wp-caption-text">Kumbang bubuk dengan mandibulanya yang besar</p></div></p>
<p style="text-align: justify;">Jika masyarakat sibuk dengan <em>tomcat</em>, saya malah berurusan dengan serangga lain. Awalnya saya mengira bunyi berisik dari dalam kayu itu ulah rayap atau tikus. Rupanya itu dari serangga kecil, yang kata sejenis iklan pemusnah hama, bernama kumbang bubuk.</p>
<p style="text-align: justify;">Serangga yang juga dikenal sebagai kumbang penggerek kayu itu intensif membuat bunyi-bunyian. Warnanya hitam, bisa terbang dan pekerjaannya melubangi kayu. Ia adalah pembuat masalah, apalagi saat malam hari. Mengganggu waktu tidur.<span id="more-2603"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Di pagi harinya, banyak bubuk-bubuk kayu berserak di lantai kos. Tadinya saya pikir rayap pelakunya. Kalau tikus tidak mungkin. Kos saya, loteng dengan dak kayu, lantai papan, serta plafon dan dinding dari triplek, memang rawan serangan hama kayu.</p>
<p><div id="attachment_2605" class="wp-caption aligncenter" style="width: 329px"><a href="http://www.fobi.web.id/bi/wp-content/uploads/kumbang-bubuk-1.jpg" ><img class="size-medium wp-image-2605" title="kumbang bubuk 2" src="http://www.fobi.web.id/bi/wp-content/uploads/kumbang-bubuk-1-319x240.jpg" alt="Tubuh bagian bawah" width="319" height="240" /></a><p class="wp-caption-text">Tubuh bagian bawah</p></div></p>
<p style="text-align: justify;">Awalnya, yang diserang adalah plafon, baru kemudian dinding. Tetapi, alangkah kagetnya saya karena kayu-kayu dak dan lantai juga sudah terserang kumbang ini. Saya berpikir jangan-jangan kamar ini akan rubuh.</p>
<p style="text-align: justify;">Bubuk-bubuk kayu yang dihasilkan kumbang ini membuat kotor dan mengakibatkan bersin-bersin. Dengan serangan yang terus terjadi, saya lalu menyemprot setiap lubang dengan semprotan nyamuk. Sedikit berhasil, banyak kumbang yang keluar lubang, berjatuhan dan mati.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut buku yang saya temukan, kumbang bubuk ini termasuk dalam ordo Coleoptera, famili Bostrichidae. Menurut buku pula, larva serangga menggali dalam kayu untuk mendapatkan makanan dan berlindung. Bubuk-bubuk halus yang ditinggalkan merupakan bagian-bagian kayu yang tidak dapat dicerna oleh kumbang tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p><div id="attachment_2606" class="wp-caption aligncenter" style="width: 190px"><a href="http://www.fobi.web.id/bi/wp-content/uploads/panjang-kumbang-10-mm.jpg" ><img class="size-medium wp-image-2606" title="kumbang bubuk 3" src="http://www.fobi.web.id/bi/wp-content/uploads/panjang-kumbang-10-mm-180x240.jpg" alt="Panjang tubuh kumbang bubuk hanya sekitar 10 mm" width="180" height="240" /></a><p class="wp-caption-text">Panjang tubuh kumbang bubuk hanya sekitar 10 mm</p></div></p>
<p style="text-align: justify;">Larva-larva menggerogoti kayu hingga membentuk suatu saluran-saluran untuk pergerakannya. Ketika telah menjadi kumbang, ia akan terus melubangi permukaan kayu dan makin memperluas serangan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kumbang ini panjangnya 9-10 mm. Diameter  badan 2 - 3 mm dengan sepasang antena. Terdapat 3 pasang kaki, abdomen yang beruas-ruas, sepasang sayap, serta mandibula yang cukup besar dan kuat untuk melubangi kayu. Diameter lubang di permukaan kayu berkisar antara 3 mm - 4 mm, sesuai dengan diameter tubuhnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Secara ekonomis, kumbang ini merugikan. Saluran-saluran dan lubang yang dibuat menyebabkan berkurangnya kekuatan struktur kayu. Akan berbahaya bila serangan kumbang ini meluas, menyerang bangunan rumah dan furnitur kita.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p><div id="attachment_2607" class="wp-caption aligncenter" style="width: 522px"><a href="http://www.fobi.web.id/bi/wp-content/uploads/lubang-pada-kayu-akibat-aktivitas-kumbang-bubuk.jpg" ><img class="size-large wp-image-2607 " title="lubang pada kayu akibat aktivitas kumbang bubuk" src="http://www.fobi.web.id/bi/wp-content/uploads/lubang-pada-kayu-akibat-aktivitas-kumbang-bubuk-640x480.jpg" alt="lubang pada kayu akibat aktivitas kumbang bubuk" width="512" height="384" /></a><p class="wp-caption-text">lubang pada kayu akibat aktivitas kumbang bubuk</p></div></p>
<p style="text-align: justify;">Seorang teman, lewat blognya, membagi tips untuk mencegah serangan kumbang bubuk ini. Kayu yang akan digunakan untuk bangunan sebaiknya diberikan treatmen menggunakan termitisida. Bila sudah terserang, lakukan penyemprotan melalui lubang-lubang bekas serangan. Namun jika tingkat kerusakan sudah parah, lebih baik mengganti atau merenovasi struktur kayu dengan kayu yang sudah diberikan treatment terlebih dahulu.</p>
<p style="text-align: justify;">Penyebaran kumbang bubuk atau kumbang penggerek kayu sangat luas. Serangan serangga ini juga tidak kecil, bahkan mengakibatkan kerugian yang sangat berarti secara ekonomis bagi kehidupan manusia. Waspadalah, mungkin rumah Anda berikutnya!</p>
<p><strong>Teks dan foto </strong>oleh <a href="http://www.fobi.web.id/key/Arie+Wicaksono"  target="_blank">Arie Wicaksono</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fobi.web.id/2012/05/hati-hati-serangan-kumbang-bubuk/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Majalah BI 3 bertema Reptil: Mari Berkontribusi</title>
		<link>http://www.fobi.web.id/2012/04/majalah-bi-3-bertema-reptil-mari-berkontribusi</link>
		<comments>http://www.fobi.web.id/2012/04/majalah-bi-3-bertema-reptil-mari-berkontribusi#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Apr 2012 07:03:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imam</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fobi.web.id/?p=2586</guid>
		<description><![CDATA[Dear Bioders,
Majalah Biodiversitas Indonesia edisi 3 (tema reptil) akan segera terbit pada Mei mendatang. Bagi Bioders yang ingin menyumbangkan karya tulis dan fotonya, redaksi masih membuka kesempatan hingga 31 April 2012.
Selain itu, redaksi juga menerima informasi mengenai agenda kegiatan terkait biodiversitas yang penyelenggaraannya berlangsung antara Juni-November 2012. Jadi, jangan ragu untuk mengumumkan kegiatan yang akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dear Bioders,</p>
<p style="text-align: justify;">Majalah Biodiversitas Indonesia edisi 3 (tema reptil) akan segera terbit pada Mei mendatang. Bagi Bioders yang ingin menyumbangkan karya tulis dan fotonya, redaksi masih membuka kesempatan hingga <strong>31 April 2012</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu, redaksi juga menerima informasi mengenai agenda kegiatan terkait biodiversitas yang penyelenggaraannya berlangsung antara Juni-November 2012. Jadi, jangan ragu untuk mengumumkan kegiatan yang akan Bioders lakukan melalui majalah BI.</p>
<p><strong>Ketentuan tulisan:</strong></p>
<ol>
<li>Tulisan bertema reptil</li>
<li>Minimal 4 halaman</li>
<li>Font <em>Times New Roman</em> 12 dengan spasi 1.15.</li>
<li>Sertakan foto dengan ukuran 1 MB tanpa <em>watermark</em>. Beri keterangan (<em>caption</em>) paling tidak satu kalimat.</li>
<li>Kirimkan ke redaksi majalah digital BI dengan alamat <strong>okadwipo@gmail.com</strong> atau <strong>orny_man@yahoo.com</strong></li>
<li>Pengiriman tulisan paling lambat 31 April 2012.</li>
</ol>
<p>Mari berkarya dan berbagi!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fobi.web.id/2012/04/majalah-bi-3-bertema-reptil-mari-berkontribusi/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sekelumit dari Ekspedisi FOBI 2012</title>
		<link>http://www.fobi.web.id/2012/04/sekelumit-dari-ekspedisi-fobi-2012</link>
		<comments>http://www.fobi.web.id/2012/04/sekelumit-dari-ekspedisi-fobi-2012#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Apr 2012 16:53:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imam</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Aktivitas]]></category>

		<category><![CDATA[biodiversitas]]></category>

		<category><![CDATA[Cangar]]></category>

		<category><![CDATA[ekspedisi FOBI]]></category>

		<category><![CDATA[Tahura R. Soerjo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fobi.web.id/?p=2536</guid>
		<description><![CDATA[
Setelah satu minggu blusukan di Cangar, Tahura R. Soerjo, Batu, Jawa Timur, para Bioders anggota Ekspedisi Foto Biodiversitas Indonesia pulang dengan mendapat hasil yang luar biasa. Guyuran hujan yang turun di setiap hari, suhu yang dingin menggigit dan rintangan alam lainnya tidak menghalangi semangat para Bioders untuk mencatat dan mendokumentasikan beragam jenis flora fauna yang ada.
Enam puluh Bioders [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<p><div id="attachment_2540" class="wp-caption aligncenter" style="width: 522px"><a href="http://www.fobi.web.id/bi/wp-content/uploads/img_0202_resize-sw.jpg" ><img class="size-large wp-image-2540  " title="img_0202_resize-sw" src="http://www.fobi.web.id/bi/wp-content/uploads/img_0202_resize-sw-640x426.jpg" alt="Para Bioders peserta ekspedisi berfoto bersama. Foto oleh Swiss Winasis" width="512" height="341" /></a><p class="wp-caption-text">Para Bioders peserta ekspedisi dalam sesi foto bersama di depan basecamp. Foto oleh Swiss Winasis</p></div></p>
<p style="text-align: justify;">Setelah satu minggu blusukan di Cangar, Tahura R. Soerjo, Batu, Jawa Timur, para Bioders anggota Ekspedisi Foto Biodiversitas Indonesia pulang dengan mendapat hasil yang luar biasa. Guyuran hujan yang turun di setiap hari, suhu yang dingin menggigit dan rintangan alam lainnya tidak menghalangi semangat para Bioders untuk mencatat dan mendokumentasikan beragam jenis flora fauna yang ada.</p>
<p style="text-align: justify;">Enam puluh Bioders yang berasal dari berbagai kota itu mampu mencatat tidak kurang dari 10 jenis mamalia, 90 jenis burung, 8 jenis amfibi dan reptil, 30 jenis kupu-kupu serta puluhan jenis serangga lainnya. Untuk jenis flora, sekitar 20 jenis anggrek ditambah puluhan jenis tanaman berbunga yang lain, paku-pakuan serta lumut, menjadi catatan yang makin menguatkan keberadaan Cangar sebagai kantong biodiversitas yang penting bagi Jawa Timur, bahkan Indonesia.<span id="more-2536"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Khusus untuk burung, selain mendaftar jenis-jenis yang ada, anggota tim ekspedisi juga memperoleh catatan mengenai perkembangbiakan dari beberapa jenis menarik. Temuan berupa sarang dari jenis-jenis sikatan, seperti sikatan kepala-abu <em>Culicicapa ceylonensis</em> dan sikatan bodoh <em>Ficedula hyperythra</em> hingga dokumentasi keberadaan anakan anis sisik <em>Zoothera dauma </em>dan<em> </em>elang jawa <em>Spizaetus bartelsi</em> yang didapat menjadi tambahan data penting bagi dunia ornitologi (ilmu tentang burung) Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p><div id="attachment_2547" class="wp-caption aligncenter" style="width: 370px"><a href="http://www.fobi.web.id/bi/wp-content/uploads/dendrobium-tenellum-cangar-1_it.jpg" ><img class="size-large wp-image-2547" title="dendrobium-tenellum-cangar-1_it" src="http://www.fobi.web.id/bi/wp-content/uploads/dendrobium-tenellum-cangar-1_it-360x480.jpg" alt="Dendrobium tenellum, anggrek endemik Jawa yang ditemukan di Cangar, Tahura R. Soerjo. Foto oleh Imam T." width="360" height="480" /></a><p class="wp-caption-text">Dendrobium tenellum, anggrek endemik Jawa yang ditemukan di Cangar, Tahura R. Soerjo. Foto oleh Imam T.</p></div></p>
<p><div id="attachment_2550" class="wp-caption aligncenter" style="width: 339px"><a href="http://www.fobi.web.id/bi/wp-content/uploads/sitta-azurea_tahura-soeryo_be.jpg" ><img class="size-large wp-image-2550" title="sitta-azurea_tahura-soeryo_be" src="http://www.fobi.web.id/bi/wp-content/uploads/sitta-azurea_tahura-soeryo_be-329x480.jpg" alt="Munguk loreng (Sitta azurea), salah satu jenis burung yang terdokumentasikan dalam ekspedisi. Foto oleh Boas Emmanuel." width="329" height="480" /></a><p class="wp-caption-text">Munguk loreng (Sitta azurea), salah satu jenis burung yang terdokumentasikan dalam ekspedisi. Foto oleh Boas Emmanuel.</p></div></p>
<p><span style="text-align: justify;">Keberhasilan ini tentu tidak terlepas dari kerjasama apik dan semangat tanpa lelah para Bioders. Tidak kalah penting dukungan Bioders anggota kelompok pengamat burung Malang Eyes Lapwing Universitas Negeri Malang dan Zoothera Universitas Brawijaya serta Kelawar, kelompok pemerhati satwa liar Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya, yang membuat ekspedisi dapat berjalan tanpa kendala berarti.</span></p>
<p>Sekelumit hasil ekspedisi, berbagai temuan yang didapat, termasuk foto-foto luar biasa dari beragam spesies yang ada beserta kisah-kisah seru yang terjadi, tentu tak akan hanya jadi koleksi dan kenangan pribadi. Para Bioders anggota ekspedisi akan membagikan cerita dan pengalaman mereka dalam majalah Biodiversitas Indonesia yang akan terbit khusus mengupas seluk-beluk Ekspedisi FOBI di Cangar, Tahura R. Soerjo. Kita tunggu tanggal mainnya&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fobi.web.id/2012/04/sekelumit-dari-ekspedisi-fobi-2012/feed</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>

