Dirgahayu Kemerdekaan RI 68

Macaca fascicularis - Baluran 3







FOBI - Foto Biodiversitas Indonesia

Situs
Basisdata
Foto
dan
Komunitas
Pemerhati
Keanekaragaman
Hayati
Indonesia

Portunidae: “One Stop Closer”

Thalamita crenata

Thalamita crenata

Pengantar redaksi. Tulisan ini menjadi tulisan ke-2 Farid Muzaki mengenai kepiting rajungan. Silahkan meng-klik tautan untuk membaca tulisan pertama, Kenali (Menu) Kepitingmu. Dalam tulisan pertama tersebut, Anda dapat menemukan penjelasan mengenai kepiting-kepiting jenis Scylla dan bagian-bagian penting untuk mengidentifikasi kepiting.

***

Masih berkutat dengan urusan menu makanan di warung sari laut. Mari kita menambah derajat keisengan kita dengan mencoba lebih mengenali menu yang tersaji: kepiting atau rajungan Portunidae.

Memang ada korelasi yang erat antara warung sari laut dengan Crustacea famili Portunidae. Tepatnya, kepiting anggota famili Portunidae itu yang jadi korban di warung-warung tersebut. Setidaknya ada 10 jenis kepiting Portunid yang bisa dan layak untuk kita makan, meskipun yang umum dijual hanya 4 atau 5 jenis saja.

Portunidae mencakup jenis-jenis kepiting dengan bentuk karapas heksagonal (kadang agak membulat), permukaan dorsal relatif datar atau sedikit cembung, biasanya dengan granula-granula kecil atau ridge; tepi muka biasanya ada banyak gerigi; sisi anterolateral dengan 5-9 gigi; sepasang kaki belakang termodifikasi menjadi bentuk dayung (gepeng); segmen ke-3 hingga ke-5 pada abdomen jantan saling menyatu (fused). Biar ada gambaran, berikut adalah bentuk umum dari Portunidae.

Di Indonesia (dan Asia Pasifik) setidaknya ada 18 jenis kepiting Portunid yang umum dikonsumsi, di antaranya adalah Portunus pelagicus, P. sanguinolentus, P. trituberculatus, Podophthalmus vigil, Ovalipes punctatus, Scylla serrata, S. olivacea, S. paramamosain, S. tranquebarica, Charybdis natator, C. truncata, C. feriatus, C. anisodon, Thalamita crenata dan T. spinimana.

Untuk membedakan antara genus Portunus, Charybdis, Thalamita, Podophthalmus, Ovalipes dan Scylla cukup mudah. Portunus dengan 9 duri anterolateral dimana duri kesembilan ukurannya sangat besar dan panjang. Charybdis dengan 6-7 duri anterolateral dan muka (frontal margin) yang agak lebar; Thalamita punya 5 duri anterolateral dan frontal margin yang lebih lebar daripada Charybdis; Scylla dengan 9 duri anterolateral yang ukurannya hampir sama besar; lalu Podophthalmus memiliki dua duri anterolateral sedangkan Ovalipes dengan 5 duri anterolateral dan bentuk karapas yang membulat.

Nah, untuk jenis-jenis tersebut, karakter-karakter yang mudah dikenali adalah sebagai berikut.

a. Portunus pelagicus

Portunus pelagicus

Portunus pelagicus

Terkenal dengan nama dagang “rajungan” atau “rajungan bulan”. Jenis ini termasuk yang umum disajikan. Permukaan karapas ber-granule; individu jantan memiliki warna dasar biru cerah sedangkan betina warna dasarnya hijau kusam. Frontal margin dengan 4 gigi berbentuk segitiga; terdapat 3 duri pada tepi dalam merus pada cheliped. Ukuran maksimum karapas 20 cm (pada jantan).

b. Portunus sanguinolentus

Portunus sanguinolentus

Portunus sanguinolentus

Agak kurang terkenal dibandingkan dengan saudara satu genusnya diatas, rajungan ini mudah dikenali berkat adanya tiga bulatan gelap bertepi abu-abu cerah pada permukaan posterior karapas. Ukuran maksimum karapas 20 cm.

c. Podophthalmus vigil

Podophthalmus vigil

Podophthalmus vigil

Di Indonesia jarang dijadikan sebagai bahan makanan. Karapas berwarna hijau kusam dengan tangkai mata yang sangat panjang mencapai tepi lateral karapas. Pada individu dewasa, cheliped berwarna merah marun. Ukuran maksimum karapas 15 cm.

d. Charybdis feriatus

Charybdis feriatus

Charybdis feriatus

Karapas oval dengan lima buah gigi pada tepi anterolateral. Permukaan karapas dengan pola garis longitudinal warna marun dan putih; biasanya juga terdapat tanda salib warna putih. Alat gerak dengan totol-totol putih yang tidak teratur. Ukuran maksimum karapas 20 cm.

e. Charybdis hellerii

Charybdis helleri

Charybdis helleri

Jenis yang satu ini relatif jarang dijumpai. Karapas dengan pola warna yang menarik; ujung kaki jalan dan kaki renang berwarna kebiruan. Ukuran maksimum karapas 12 cm.

f. Charybdis affinis

Charybdis affinis

Charybdis affinis

Jenis ini berukuran kecil sehingga jarang dijadikan bahan makanan. Bagian palm pada cheliped memiliki 5 buah duri yang tidak tumbuh dengan baik. Pada jantan, tanpa lunas (keel) pada segmen ke-4 abdomen. Ukuran maksimum karapas 6 cm.

g. Charybdis anisodon

Charybdis anisodon

Charybdis anisodon

Terdapat 2 duri pada tepi anterior merus pada cheliped. Permukaan atas palm dengan dua buah duri. Ukuran maksimum karapas 8 cm.

h. Charybdis truncata

Charybdis truncata

Charybdis truncata

Tepi posterior karapas tampak tegak lurus dengan tepi posterolateral. Ukuran maksimum karapas 5 cm.

i. Thalamita crenata

thalamita-crenata_fm_021

Thalamita crenata

Membedakan dua anggota genus Thalamita memang gampang-gampang susah. Pada T. crenata, segmen basal antenna-nya relatif halus atau agak ber-granule. Karapas biasanya berwarna hijau gelap atau hijau-kekuningan. Ukuran maksimum karapas 8 cm.

j. Thalamita spinimana

Thalamita spinimana

Thalamita spinimana

Segmen basal antenna-nya relatif berduri. Karapas umumnya berwarna kemerahan namun ada pula spesimen dengan karapas berwarna hijau atau kombinasi merah-hijau. Ukuran maksimum karapas 12 cm.

Nah, itu tadi sedikit gambaran tentang kepiting Portunid yang umum dimakan dan memiliki nilai ekonomi cukup tinggi (kecuali Charybdis yang biasanya harganya lebih murah). So, sebelum memakannya, ndak ada salahnya bila Anda mencoba mengenali lebih dekat menu kepiting yang tersaji di depan Anda. Selamat mencoba…

Teks oleh Farid Muzaki

Foto oleh Farid Muzaki dan Dwi Rahayu S.

Did you like this? Share it:

5 comments to Portunidae: “One Stop Closer”

Leave a Reply

 

 

 

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>