Maut dibalik si cantik
Jaman dahulu, tumbuhan ini cukup populer sebagai tanaman hias, yang tumbuh dihalaman-halaman rumah. Distribusinya sendiri cukup luas, mulai dari benua Afrika hingga kawasan Asia Tenggara. Sejalan dengan waktu, takhtanya tergeser oleh kedatangan beragam tanaman hias lain, terpinggirkan ke lahan-lahan marginal. Saya sendiri setelah sekian lama mencari-cari, akhirnya dapat berjumpa di pesisir selatan Yogyakarta. Di kawasan karst sekitar pantai Krakal, banyak tumbuh terselip diantara cadas kapur.
Pertamakali berjumpa dan melihat tanaman ini, orang biasanya akan tertarik. Bunganya merah menyala dan bentuknya unik karena posisinya terbalik. Karena inilah orang Jawa menyebutnya sebagai Kembang Sungsang. Tidak aneh jika Linnaeus sendiri memberi nama Gloriosa superba, tumbuhan yang Glorious dan Superb. Memang cantik dan sempurna !
Tumbuhan yang suka sinar matahari penuh ini, juga menyukai tanah lembab namun berdrainase baik, dan bisa bertahan konidisi miskin hara. Â Batangnya lunak setengah berkayu. Tumbuh merambat dengan bantuan daunnya sampai setinggi 5 meter. Â Akarnya berbentuk rimpang yang menjalar kemana-mana.
Ada kalanya tumbuhan ini nampak mati dan hilang dari tempat hidupnya. Namun beberapa bulan kemudian seperti tiba-tiba muncul dan tumbuh kembali dengan subur. Benar, tumbuhan ini memang memiliki masa dormant atau istirahat.
Dibalik kecantikannya, tumbuhan ini menyimpan maut. Ya betul, maut. Bersama dengan kerabat-kerabatnya lain yang masuk dalam Famili Colchicaceae, tumbuhan ini mengandung zat alkaloid kolkisin (colchicine). Zat ini jika masuk dalam tubuh mahluk hidup, akan mempengaruhi pembelahan sel. Jadi, sel-sel tubuh akan berhenti membelah dan lambat laun tubuh akan… mati !
Hampir semua bagian tumbuhan ini mengandung kolkisin, namun konsentrasi terbesar ada pada rimpang akarnya. Kolkisin yang diekstrak darinya, cukup memerlukan 5 mg/kg berat badan untuk menimbulkan fatalitas pada manusia.
Lalu, apa perlu kita sekarang beramai-ramai memusnahkan tanaman ini? Jangan, tidak perlu panik. Disamping efeknya sebagai racun, alkaloid kolkisin ini sangat bermanfaat bagi dunia farmasi. Ada beberapa obat yang dikembangkan dari zat unik ini. Mengapa tidak? Karena pada dasarnya semua zat itu racun sekaligus obat. Tinggal tergantung pada dosis dan takarannya. Selamat menanam dan menikmati keindahan si cantik yang maut ini !
Bacaan lebih lanjut :
Seluk beluk taksonomi
Seluk beluk budidaya
Seluk beluk kandungan kimia
Ditulis oleh Kang Bas







Terima kasih infonya, Pak… Iya, saya sering lihat tanaman ini di daerah karst Gunungkidul. Bunganya memang jadi daya tarik sendiri, cerah dan kontras di antara coklat bebatuan karst
pak Bas memang kerens abiss, thanks infona..
Pernah lihat kembang sungsang di pekarangan sebuah rumah di sisi barat Jalan Affandi/Gejayan, Yogya. Ternyata beracun toh Pak Bas. Tapi justru karena racun dia menjadi obat ya..menarik…
kalo di baluran, orang2 menyebutkan bunga pancawarna. dulu sering dipake buat meracuni babi hutan.
@Cie
Iya, sudah susah sekali mencari tanaman ini di halaman-halaman rumah. Kalau tak salah ingat, terakhir lihat di perkotaan sekitar akhir 70an.
@Swiss
Wah, kalau sekelas Babi Hutan bisa klenger, berarti memang ampuh sekali ya.. Seringkali saya kalau mainan rimpangnya cuek banget, cabut, potong, tanam. Untung enggak sambil dijilat, hahahahaha
la yang ampuh membunuh babi hutan cuma itu tok e pak. dan kalo saya amat2i, saat tanaman ini bangun dari tidur panjang di musim penghujan sampai selanjutnya berbunga, saya melihat nyaris gak ada makhluk lain, terutama yang berukuran agak besar seperti burung. kupu-kupu aja menjauh. bener2 menakutkan!
hmmm….bunga cantik neh…..tapi sepertinya pernah lihat en foto deh…..tapi kok cari-cari filenya ga ketemu…….hiiikkkksss…..
sebagai seorang yang awam dengan masalah farmasi, tulisan ini memberi saya manfaat yang sangat berarti sekali dalam menambah pengetahuan saya terutama mengenai bunga ini…
Nambahin sedikit masalah colchicine. Bahan beracun ini sudah lama dikenal, bahkan pada abad pertama, terutama efeknya pada radang sendi. Pada saat ini digunakan untuk serangan artritis gout akut karena dapat menghambat pengendapan asam urat. Selain itu juga sedang diteliti untuk pengobatan kanker. Therapeutic indexnya (batas antara dosis terapeutik dan dosis toksik) relatif sangat rendah, jadi sangat mudah terjadi keracunan. Jangan coba-cobalah untuk merebus lalu meminumnya, bisa bablas semuanya tdk hanya rematiknya saja (babi hutan saja game over
) Di Indon pernah ada tabletnya, tapi sekarang sudah tdk di impor lagi.
keren ommmm
Manfaat dibalik si maut. Yah…memang benar kalo kita bicara soal racun, emang begitu karena adanya senyawa kimia yang disebut kolkisin itu. Namun dibalik sangat beracunnya, kolkisin juga memiliki banyak manfaat. Selain digunakan dalam dunia farmasi, kolkisin juga digunakan di bidang biologi genetika pemuliaan tanaman. Hasilnya ya kultivar-kultivar tamaman yang poliploidi itu. Semangka tanpa biji dan besar2, bawang super besar, kedelai super besar dll.
aku pernah lihat bunga ini di bukit nglanggeran, gunung kidul….
cantik dan maut…keren…keren…
thx infonya pak bas…
SERIUS NIH ?
nenek saya pernah menanamnya di rumah, bunganya cantik, saya dan nenek saya sangat suka ini
makasih… udah bnat tugas saya lebih ringan,, kalau boleh kasih saran coba di tambahin tentang umbinya beserta gambar…
tentang beracunnya dah tau lama, tapi gak punya fotonya…minta izin share fotonya ya makasih…