Dirgahayu Kemerdekaan RI 68

Flora - Gua Anjani 2







FOBI - Foto Biodiversitas Indonesia

Situs
Basisdata
Foto
dan
Komunitas
Pemerhati
Keanekaragaman
Hayati
Indonesia

Mengintip “Parenting” Rajaudang Meninting

menintings-parenting
Minggu (17/01), saya sangat beruntung bisa seharian mengintip dan mendokumentasikan aktifitas Rajaudang meninting Alcedo meninting yang tengah memasuki masa pengasuhan atau parenting. Lokasinya di sebuah kali kecil, persis di belakang tempat tinggal saya di daerah Candi Gebang, Condongcatur, Yogyakarta.

Sebenarnya terdapat dua ekor anakan yang saya lihat, namun hanya seekor yang teramati dengan baik karena seekor yang lain bertengger cukup jauh dari jangkauan. Anakan tersebut bisa dikenali dari warna bulunya yang agak kusam dengan warna kaki yang tidak semerah burung dewasa. Suara dan perilakunya juga berbeda. Dan satu hal lagi, ia tampak belum terlalu awas dengan kehadiran saya, belum sesensitif dan sewaspada indukan.

Sepanjang hari itu saya hanya melihat tiga kali anakan tersebut mendapat jatah makan. Mungkin sebenarnya lebih dari itu, namun terlewatkan karena beberapa kali saya terpaksa harus meninggalkan lokasi pengamatan untuk sekadar beristirahat akibat lelah berdiri.

Dari tiga kali aktifitas pemberian makan, saya hanya melihat indukan jantan yang melakukannya. Namun, dalam Handbook of the Birds of the World vol. 6, disebutkan indukan betina sebenarnya juga turut memberi makan anakan. Tetapi saya tidak melihat kehadirannya.

Atas bantuan beberapa rekan yang mengenal berbagai jenis ikan air tawar dari hobi mereka dalam memancing, menu yang dibawa sang induk jantan teridentifikasi sebagai ikan wader pari (Rasbora argyrotaenia), nila (Oreochromis niloticus) dan sejenis ikan guppy (Xiphophorus sp), yang meski terbilang cukup besar untuk ukuran anakan itu, namun semua mampu dilahapnya tanpa tersisa.

Saat indukan pergi, sang anak hanya bertengger menunggu. Kerap kali ia menggerakkan kepala dan ekornya naik-turun menjentit-jentit, belajar mengikuti gerakan indukan. Sesekali ia membersihkan bulu-bulunya (preening) dan terbang pendek dari satu tenggeran ke tenggeran lain. Saat tiba-tiba terdengar suara “criit-cit” yang agak melengking, si anak langsung sigap bersiap. Suara tersebut menjadi tanda kehadiran induk. Si anak pun dengan segera menyambut pemberian sang induk, yang setelah memberikan tangkapannya langsung pergi begitu saja.

Ditulis oleh : Imam Taufiqurrahman

Did you like this? Share it:

5 comments to Mengintip “Parenting” Rajaudang Meninting

  • very nice bung Imam, wah jadi pingin “menghabisi” mereka nih…

  • Lha, hayo main ke Jogja…

  • dennis.k

    Hmmmm…..jadi pengen mengamati burung kayak gini juga neh….^_^….

  • Edy

    wow.. saya jadi pengen ambil foto kingfishernya. kalo di wonorejo surabya susah banget mas. mas Imam ngambil fotonya jauh ga dari kingfishernya?

    Mas, di deket rumahnya mas Imam banyak kingfishernya?

  • Bang Dennis: Siip. Ditunggu foto-foto rajaudang dari Papua… :)

    Mas Edy: Foto saya ambil dari jarak yang cukup dekat, sekitar 2-3 meter… Ada 3 jenis, Mas, cekakak sungai, cekakak jawa dan rajaudang meninting ini. Ketiganya hampir setiap hari bisa dilihat (atau setidaknya suaranya terdengar). Monggo main ke tempat saya :)

Leave a Reply

 

 

 

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>